Sunday, February 3, 2019
Monday, October 28, 2013
Yang Terdalam Begitu Dangkal Padaku
Yang Terdalam Begitu Dangkal Padaku
Bisa dibilang itulah
yang disebut tipudaya syetan,
Hanya bersifat sementara tanpa kepastian sejati.
Kini baru terasa sakit ketika aku tahu sifat aslinya.
Sesungguhnya aku telah mengetahuinya sejak dulu,
Awalnya hanya berusaha untuk merubah takdir,
Namun kini tenggelam olehpermainan sendiri.
Ketika aku tahu,
, ,
Kekecewaannya padaku berkhir dengan penghianatan.
Itu terasa sangat menyakitkan.
Membuka hati yang baru untuk menutup hati
yang lama . . .
MOTIFASIKU HILANG
MOTIFASIKU
HILANG
Cinta itu membuat hidup
seseorang merasa lebih tinggi dari pada angkasa, menjadi lebih bersinar dari
pada terangnya matahari di siang hari dan bulan di malam hari. Terkadang,
manusia itu butuh lebih dari pada satu sosok motifasi,
yang akhirnya membuat manusia lupa akan daratan. Seperti bintang yang
bertaburan di langit dan pelangi yang penuh warna berbeda namun tetap indah.
Namun, angkasa akan
runtuh ketika Tuhan berkehendak, matahari akan tenggelam ketika malam datang,
bulan akan pergi ketika siang tiba, bintang akan hilang ketika mendung menerpa dan
pelangi akan lenyap ketika hujan reda.
Sama seperti kehidupan
yang penuh dengan ambisi multi cinta . . .
Ketika seseorang telah
jenuh terpaku pada satu cinta, dia akan memilih satu diantara dua pilihan.
Mencari cinta yang lain atau menunggu sampai seseorang datang untuk memberi
warna baru di hidupnya, berharap cinta itu akan lebih bermakna.
Cinta berlapis diantara
cinta yang suci . . .
Berawal dari kesalahan
, , membuat seseorang tetap terlena pada kebahagiaan semu, bayangan tanpa pasti
dan rayuan tanpa henti.
Ketika dia telah
benar-benar menaruh cinta itu dalam hati, barulah dia sadar bahwa warna cinta
itu perlahan memudar oleh setetes bayclean kesalahan yang dia buat terhadap
cinta yang baru.
Berawal dari kekecewaan,
membuat semuanya berakhir menjadi kain putih yang usang penuh noda dan seperti
gedung kosong tak berpenghuni.
Keserakahan membuat
seseorang tak memiliki cinta sejati yang dia idamkan, hanya berakhir dengan
hati yang hampa tanpa terisi satu cintapun.
Seperti dunia yang fana
dan kehidupan yang tak abadi . . . . . .
By Lisnovita Rosti
Rahayu
Monday, April 8, 2013
PADA CINTA YANG TAK TERBALAS
PADA CINTA YANG TAK
TERBALAS
Bisa mamandang wajahmu sudah cukup menyenangkan hati .
Cukup melihat
senyumu hati ini terasa bahagia.
Mungkin ini yang dinamakan cinta?
Atau ini hanya
napsu semata.
Yang jelas aku
suka sama kamu.
Gax peduli kamu suka atau gax sama aku.
Ada rasa berbeda
ketika dekat denganmu
Entah apa itu.
Yang aku tahu rasa
itu tumbuh ketika pertama kita bertemu.
Aku berharap kamu
punya rasa yang sama.
Rasa yang kini
sedang menggelora.
Rasa dimana ada
cinta atau rasa suka.
Suka yang sulit di
ungkapkan dengan ratusan atau ribuan kata.
Bukan Cuma rasa
yang sebagai teman.
Atau hanya sebagai
sahabat saja.
Tapi aku tahu ini tak mungkin.
Tak ada harapan
yang membuat aku yakin.
Cara kamu memperlakukan aku sama dengan caramu pada yang lain.
Cinta ku bertepuk sebelah tangan.
Rasa ini tak dapat
balasan.
Tak ada sedikitpun rasa cinta di hatimu.
Mungkin karena aku tak sama dengan yang kamu inginkan
.atau mungkin hati kita tak disatukan tuhan.
Sebagai manusia yang punya napsu aku ingn sekali
memilikimu.
Tapi tak semua keinginan akan selalu terpenuhi.
Ada batasan hal yang bisa dimiliki.
percuma menanti hal yang tak mungkin dimiliki.
Berusaha menerima yang diberi tuhan itu lah yang
terbaik.
Kesabaran dan rasa
bersyukur lah yang akan menenangkan
hati.
Ingatlah bila cinta tak harus memiliki.
Bukankah indah melihat dia bahagia.
meskipun tak bisa bersamanya.
Meskipun ada rasa kecewa saat dia bersama yang lain.
lebih memilih jauh dariku.
Tapi aku ingin bisa berguna untuknya.
Membuat senyum di
bibirnya,
atau membuat dia
tertawa membuat aku bahagia.
Meski dia tak
pernah mengharapkan itu
Biarlah ini menjadi pengorbananku
Pada cinta yang tak terbalas
Wednesday, October 17, 2012
KUMPULAN PUISI: BOCAH KECIL BERTOPI BIRU
BOCAH KECIL BERTOPI BIRU
Tiga bola mata jadi saksi
seorang insan menyusur bumi
bocah kecil bertopi biru
melantunkan nada-nada merdu
di bawah mata merah jambu
Bocah kecil bertopi biru
tak banyak orang yang tahui
jalanmu yang sedu
hatimu yang pilu
meratap hidup penuh kelabu
Bocah kecil bertopi biru
manusia dewa tak peduli padamu
roda diam yang kau buru
lengan bosan lah nyawamu
oleh:ddg
Tiga bola mata jadi saksi
seorang insan menyusur bumi
bocah kecil bertopi biru
melantunkan nada-nada merdu
di bawah mata merah jambu
Bocah kecil bertopi biru
tak banyak orang yang tahui
jalanmu yang sedu
hatimu yang pilu
meratap hidup penuh kelabu
Bocah kecil bertopi biru
manusia dewa tak peduli padamu
roda diam yang kau buru
lengan bosan lah nyawamu
oleh:ddg
Tuesday, October 16, 2012
18 JUNI
18 JUNI
Sebuah sakksi cinta sejati
di malam 18 Juni
sebagai awal sebuah janji
mengikat 2 buah hati
untuk bersatu menggapai mimpi
Di malam 18 Juni
benih cinta yang telah tumbuh
akan semakin membumbung tinggi
menjangkau langit ke tujuh
oleh: ddg
Wednesday, October 10, 2012
NASEHAT CINTA
Belajarlah mencintai orang yang masih milikmu !!
Hari ini dia masih mencintaimu.
mumgkin besok sudah tak ada lagi cinta untukmu,
dan mungkin kamu yang akan lebih mencintai dia,
di saat dia meninggalkanmu
Jangan sia-siakan cinta yang ada yang sekarang ada di hati!!
Jangan berjanji untuk sebuah cinta dan perasaan!!
Tapi berjanjilahuntuk kejujuran dan kesetiaan!!
SENJA
Senja,
Terang telah tenggelam
Siang sudah hilang
Tinggalkan kenangan
Senja,
malam menjelang
Pupus sudah harapan
Sisakan luka kepedihan
Malam,
Bawa keheningan
Simpan kegelapan
Hilangh kebahagiaanoleh:ddg
Thursday, October 4, 2012
PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 8 Desember 2007
TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
BENTUK LAPORAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:
A. Bagian Awal.
Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
B. Bagian Tengah.
Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
1. Daftar Pustaka
2. Lampiran
Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah dapat dilihat sebagai berikut:
A. BAGIAN AWAL
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah yakni sebagai berikut :
1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.
2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.
4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan karya tulis dengan maksimal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (a.l. Kepala Sekolah, Guru, rekan dll ).
6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. BAGIAN TENGAH
1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah
2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
B. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
CONTOH STANDAR TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.
2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.
3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.
4. Penulisan Daftar Pustaka
- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.
Contoh penulisan daftar pustaka
Satu Pengarang
1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.
Dua Pengarang
1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt
2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tiga Pengarang
1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.
Lebih dari Tiga Pengarang
1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Tanpa Pengarang
1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.
Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Buku Jurnal atau Buletin
1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.
5. Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
Isi 12 / Normal
Subbab 12 / Tebal
6. Hasil Penulisan Karya tulis ilmiah
- Dijilid berbentuk buku. Halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
- Dipresentasikan di hadapan para penguji, usahakan menggunakan Power Point.
- Usahakan diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word dan dicetak dengan printer.
LAMPIRAN.
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
• Panduan Penulisan Ilmiah, 2007, Jurusan Sistem Informasi, STMIK-Mikroskil.
• Notohadiprawiro, T., 2006, Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah, Latihan Dasar Pemeriksa Karantina Ikan. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian Yogyakarta. 2 Nopember – 15 Desember 1992.
sumber:
oleh:Dhony Firmansyah, S.Si
Disampaikan dalam Pelatihan “Sukses membuat Proposal Penelitian yang Bermutu”FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 8 Desember 2007
TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Tujuan dalam Penulisan karya Tulis Ilmiah adalah memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
ISI DAN MATERI
Isi dari Penulisan karya tulis ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1. Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2. Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3. Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
BENTUK LAPORAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:
A. Bagian Awal.
Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
B. Bagian Tengah.
Bagian tengah ini terdiri dari: 1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
C. Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
1. Daftar Pustaka
2. Lampiran
Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah dapat dilihat sebagai berikut:
A. BAGIAN AWAL
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah yakni sebagai berikut :
1. Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.
2. Lembar Pernyataan
Yakni merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing atau guru pembina, Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing.
4. Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan karya tulis dengan maksimal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan karya tulis (a.l. Kepala Sekolah, Guru, rekan dll ).
6. Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomor halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. BAGIAN TENGAH
1. Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Karya tulis ilmiah
2. Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4. Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.
B. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
CONTOH STANDAR TEKNIK PENULISAN
1. Penomoran Bab serta subbab
- Bab dinomori dengan menggunakan angka romawi.
- Subbab dinomori dengan menggunakan angka latin dengan mengacu pada nomor bab/subbab dimana bagian ini terdapat.
II ………. (Judul Bab)
2.1 ………………..(Judul Subbab)
2.2 ………………..(Judul Subbab)
2.2.1 ………………(Judul Sub-Subbab)
- Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar, ukuran font 14, tebal.
- Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dimulai dengan huruf besar, ukuran font 12, tebal.
2. Penomoran Halaman
- Bagian Awal, nomor halaman ditulis dengan angka romawi huruf kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
- Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu. Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
- Bagian akhir, nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.
3. Judul dan Nomor Gambar / Grafik / Tabel
- Judul gambar / grafik diketik di bagian bawah tengah dari gambar. Judul tabel diketik di sebelah atas tengah dari tabel.
- Penomoran tergantung pada bab yang bersangkutan, contoh : gambar 3.1 berarti gambar pertama yang ada di bab III.
4. Penulisan Daftar Pustaka
- Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
- Ditulis menurut kutipan-kutipan
- Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
- Gelar tidak perlu disebutkan.
- Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama saja dengan tambahan ‘et al’.
- Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut :
Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi, Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000.
Contoh penulisan daftar pustaka
Satu Pengarang
1. Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
2. Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.
Dua Pengarang
1. Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt
2. Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tiga Pengarang
1. Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a Developing Economy. Princeton: Princeton University Press.
Lebih dari Tiga Pengarang
1. Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.: The Brooking Institution.
2. Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Pengarang Sama
1. Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
2. ____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Tanpa Pengarang
1. Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
2. Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research, Universiy of Michigan.
Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.
1. Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.
2. Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Buku Jurnal atau Buletin
1. Insukindro dan Aliman, 1999. “Pemilihan dan Bentuk Fungsi Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
2. Granger, C.W.J., 1986. “Developments in the Study of Co-integrated Economic Variables”, Oxford Bulletin of Economics and Statistics, Vol.48 : 215-226.
5. Format Pengetikan
- Menggunakan kertas ukuran A4.
- Margin Atas : 4 cm Bawah : 3 cm
Kiri : 4 cm Kanan : 3 cm
- Jarak spasi : 1,5 (khusus ABSTRAKSI hanya 1 spasi)
- Jenis huruf (Font) : Times New Roman.
- Ukuran / variasi huruf : Judul Bab 14 / Tebal + Huruf Besar
Isi 12 / Normal
Subbab 12 / Tebal
6. Hasil Penulisan Karya tulis ilmiah
- Dijilid berbentuk buku. Halaman tidak termasuk cover, halaman judul, daftar isi, kata pengantar dan daftar pustaka
- Dipresentasikan di hadapan para penguji, usahakan menggunakan Power Point.
- Usahakan diketik dengan menggunakan Program Software Pengolah Kata, misal : Ms Word dan dicetak dengan printer.
LAMPIRAN.
Lampiran ini berisi data, gambar, tabel atau analisis dan lain-lain yang karena terlalu banyak, sehingga tidak mungkin untuk dimasukkan kedalam bab-bab sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
• Panduan Penulisan Ilmiah, 2007, Jurusan Sistem Informasi, STMIK-Mikroskil.
• Notohadiprawiro, T., 2006, Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah, Latihan Dasar Pemeriksa Karantina Ikan. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian, Departemen Pertanian Yogyakarta. 2 Nopember – 15 Desember 1992.
sumber:
Tuesday, October 2, 2012
PEPATAH HATI
Cintaku ibarat daun pisang
daun pisang kering cepat menghangatkan tubuh
namun cepat pula padam
daun pisang basah akan lama menghangatkan
tapi lama pula padam
ibarat cinta
untuk apa memilih seseorang yang mudah
membuat nyaman namun akhirnya membuat terluka
lebih baik memilih cinta yang dingin namun abadi
(antara romantis atau setia)
MATAHARIKU PADAM
Sore itu aku duduk terrmenung di bangku sekolah sambil menatap lapangan kosong dibaliknya. Suasana yang hening membuat semakin dalam lamunanku Tiba-tiba aku dikejutkan oleh segerombolan anak yang berlarian menuju tong sampah. Mereka berebut botol-botol bekas sambil mengejek satu sama lain. Aku terbangun dan menyapa " apa yang sedang kalian lakukan?" Dengan spontan mereka menjawab "cari uang kak". aku tersiam dan bingung. hatiku tersentak. spontan air mataku menetes melihat kenyataan yang ada.
Rasa /penasaranku semakin dalam, aku ingin lebih tahu lagi tentang kehidupan mereka. kucoba dekati salah satu dari mereka. Salah satu dari mereka ku dekati,dia yang duduk di teras depan kelasku. Doni namanya, dia anak yang tampan dan gemuk. dia berusia 9 tahun, sekolah di kelas 3 sekolah dasar.
"Apa adik melakukan pekerjaaj ini setiap hari?" tanyaku. dia rutin mencari barang bekas untuk menafkahi dirinya dan keluarganya. Bila dia tidak mencari uang dia akan dimarahi bahkan dipukul ayahnya. itulah jawaban yang keluar dari mulut anak manis itu. Badanya kotor dan bajunya kusutsungguh pemandangan yang menyedihkan. seharusnya anak-anak seusia mereka duduk manis sepulang sekolah atau bermain riang bersama teman sebayanya.
aku merasa heran terhadap orang tua, terutama ayahnya. masa kanak-kankanya hilang karena keegoisan seorang ayah yang tak menghiraukan kegahagiaan anaknya.ingin rasanya aku membantunya lepas dari bebanyang tak seharusnya dia tanggung. Namun apa dayaku,aku hanya seorang siswa SMAyang tak bisa berbuat apa-apa. aku hanya bisa menyadari betapa kejamnyapersaingan dunia yang tak memandang usia.
Terus kutatap wajahnya. Sorot matanya bagai matahari yang kehilangan cahaya. tak ada sinar yang dipancarkannya.redup padam dipenuhi beban.
Pertanyaan demi pertanyaan aku luapkan hingga aku lupa waktu. tanpa sadar waktu sudah terlampau senja. Dia harus pulang untuk menyetor hasil kerjanya pada pengepul. Begitu pula aku. pasti orang tuaku sudah khawatir dengan keterlambatanku.
Rasa /penasaranku semakin dalam, aku ingin lebih tahu lagi tentang kehidupan mereka. kucoba dekati salah satu dari mereka. Salah satu dari mereka ku dekati,dia yang duduk di teras depan kelasku. Doni namanya, dia anak yang tampan dan gemuk. dia berusia 9 tahun, sekolah di kelas 3 sekolah dasar.
"Apa adik melakukan pekerjaaj ini setiap hari?" tanyaku. dia rutin mencari barang bekas untuk menafkahi dirinya dan keluarganya. Bila dia tidak mencari uang dia akan dimarahi bahkan dipukul ayahnya. itulah jawaban yang keluar dari mulut anak manis itu. Badanya kotor dan bajunya kusutsungguh pemandangan yang menyedihkan. seharusnya anak-anak seusia mereka duduk manis sepulang sekolah atau bermain riang bersama teman sebayanya.
aku merasa heran terhadap orang tua, terutama ayahnya. masa kanak-kankanya hilang karena keegoisan seorang ayah yang tak menghiraukan kegahagiaan anaknya.ingin rasanya aku membantunya lepas dari bebanyang tak seharusnya dia tanggung. Namun apa dayaku,aku hanya seorang siswa SMAyang tak bisa berbuat apa-apa. aku hanya bisa menyadari betapa kejamnyapersaingan dunia yang tak memandang usia.
Terus kutatap wajahnya. Sorot matanya bagai matahari yang kehilangan cahaya. tak ada sinar yang dipancarkannya.redup padam dipenuhi beban.
Pertanyaan demi pertanyaan aku luapkan hingga aku lupa waktu. tanpa sadar waktu sudah terlampau senja. Dia harus pulang untuk menyetor hasil kerjanya pada pengepul. Begitu pula aku. pasti orang tuaku sudah khawatir dengan keterlambatanku.
Sunday, September 30, 2012
MANFAAT BELIMBING WULUH UNTUK KESEHATAN
Tahukah anda dengan buah yang rasanya sangat masam ini? tentu anda bertanya dalam hati, buah rasanya asam ko ditanam??Tapi jangan salah, buah dengan nama latin avverhoa bilimbi ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
BEBERAPA MANFAAT BELIMBING WULUH DI ANTARANYA:
1.Blimbing Wuluh menyebuhkan Gusi berdarah
- Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin tiap hari -Dua buah belimbing wuluh dimakan tiap hari
2.Blimbing Wuluh sebagai Obat Gondongan
- 1/2 genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dgn 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yg gondongan.
-10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yg sakit.
3.Blimbing Wuluh sebagai Obat Rematik
- Segenggam daun belimbing wuluh dicuci tumbuk sampai halus tambahkan kapur sirih gosokkan ke bagian yg sakit.
-100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus tambahkan cuka secukup sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yg sakit.
- 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai utk menggosok dan mengurut bagian tubuh yg sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
4. Blimbing Wuluh sebagai Obat Sariawan
-10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa dan gula aren direbus dgn 3 gelas air sampai air tinggal 3/4 saring minum 2 kali sehari.
- Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukup dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring dipakai utk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
- 2/3 genggam bunga belimbing wuluh dicuci lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sehari 3 kali 3/4 gelas.
-3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yg muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 3 sendok makan minyak kelapa diperas lalu disaring. Dipakai utk mengoles luka-luka akibat sariawan 6-7 kali sehari.
5.Blimbing Wuluh sebagai Obat Sakit gigi
- Lima buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih dikunyah dgn garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya.
6. Blimbing Wuluh sebagai Obat Pagel linu
-Satu genggam daun belimbing wuluh yg masih muda 10 biji, cengkeh, 15 biji lada digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yg sakit
7.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Panu
- Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus tambahkan kapur sirih sebesar biji asam diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai utk menggosok kulit yg terserang panu. Lakukan 2 kali sehari
8.Blimbing Wuluh sebagai Obat Sakit Gigi Berlubang
-5 buah belimbing wuluh dicuci bersih makan dgn sedikit garam kunyah ditempat gigi yg berlubang
9.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi
- Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gr yg sudah dicuci bersih. Biji srigading ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
- Buah yg besar dan berwarna hijau diparut ambil air dan diminum. - 3 buah belimbing diparut peras air diminum sekali sehari.
- 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong seperlu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring minum setelah makan pagi.
- 10 buah belimbing wuluh, 1 jari rimpang kunyit, 1/4 genggam daun meniran, 3 jari labu air, 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlu lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
10.Blimbing Wuluh sebagai Obat Batuk
- Daun, bunga, dan buah yg masing- masing sama banyak direbus dalam air yg mendidih selama 1/2 jam dan minum airnya.
- Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu rebus dgn 2 gelas air sampai air tinggal setengah saring minum 2 kali sehari.
- Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukup dan air 1 cangkir ditim selama beberapa jam.
- 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu- giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok dicuci dan dipotong-potong seperlu direbus dgn 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring diminum dgn madu seperlunya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.
- Buah belimbing wuluh dibuat manisan sehari makan 3 x 6-8 buah.
11. Blimbing Wuluh sebagai Obat Diabetes
- Enam buah belimbing wuluh dilumatkan direbus dgn 1 gelas air sampai air tinggal setengah saring minum 2 kali sehari. 12.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Jerawat
- Siapkan 3 buah belimbing wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit garam. Tempelkan pada kulit yg berjerawat. Lakukan 2 kali sehari. - Buah belimbing wuluh secukup dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn air garam seperlu utk menggosok muka yg berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
- 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang digiling halus lalu diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai utk menggosok dan melumas muka yg berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari
Cukup mengagumkan bukan?? dibalik rasanya yang kurang enak kernyata belimbing wuluh memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
BEBERAPA MANFAAT BELIMBING WULUH DI ANTARANYA:
1.Blimbing Wuluh menyebuhkan Gusi berdarah
- Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin tiap hari -Dua buah belimbing wuluh dimakan tiap hari
2.Blimbing Wuluh sebagai Obat Gondongan
- 1/2 genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dgn 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yg gondongan.
-10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yg sakit.
3.Blimbing Wuluh sebagai Obat Rematik
- Segenggam daun belimbing wuluh dicuci tumbuk sampai halus tambahkan kapur sirih gosokkan ke bagian yg sakit.
-100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus tambahkan cuka secukup sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yg sakit.
- 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai utk menggosok dan mengurut bagian tubuh yg sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
4. Blimbing Wuluh sebagai Obat Sariawan
-10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa dan gula aren direbus dgn 3 gelas air sampai air tinggal 3/4 saring minum 2 kali sehari.
- Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukup dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring dipakai utk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
- 2/3 genggam bunga belimbing wuluh dicuci lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sehari 3 kali 3/4 gelas.
-3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yg muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn 3 sendok makan minyak kelapa diperas lalu disaring. Dipakai utk mengoles luka-luka akibat sariawan 6-7 kali sehari.
5.Blimbing Wuluh sebagai Obat Sakit gigi
- Lima buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih dikunyah dgn garam. Ulangi beberapa kali sampai hilang rasa sakitnya.
6. Blimbing Wuluh sebagai Obat Pagel linu
-Satu genggam daun belimbing wuluh yg masih muda 10 biji, cengkeh, 15 biji lada digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yg sakit
7.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Panu
- Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus tambahkan kapur sirih sebesar biji asam diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai utk menggosok kulit yg terserang panu. Lakukan 2 kali sehari
8.Blimbing Wuluh sebagai Obat Sakit Gigi Berlubang
-5 buah belimbing wuluh dicuci bersih makan dgn sedikit garam kunyah ditempat gigi yg berlubang
9.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi
- Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gr yg sudah dicuci bersih. Biji srigading ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
- Buah yg besar dan berwarna hijau diparut ambil air dan diminum. - 3 buah belimbing diparut peras air diminum sekali sehari.
- 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong seperlu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring minum setelah makan pagi.
- 10 buah belimbing wuluh, 1 jari rimpang kunyit, 1/4 genggam daun meniran, 3 jari labu air, 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlu lalu direbus dgn 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
10.Blimbing Wuluh sebagai Obat Batuk
- Daun, bunga, dan buah yg masing- masing sama banyak direbus dalam air yg mendidih selama 1/2 jam dan minum airnya.
- Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu rebus dgn 2 gelas air sampai air tinggal setengah saring minum 2 kali sehari.
- Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukup dan air 1 cangkir ditim selama beberapa jam.
- 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu- giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok dicuci dan dipotong-potong seperlu direbus dgn 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring diminum dgn madu seperlunya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.
- Buah belimbing wuluh dibuat manisan sehari makan 3 x 6-8 buah.
11. Blimbing Wuluh sebagai Obat Diabetes
- Enam buah belimbing wuluh dilumatkan direbus dgn 1 gelas air sampai air tinggal setengah saring minum 2 kali sehari. 12.Blimbing Wuluh sebagai Obat Penghilang Jerawat
- Siapkan 3 buah belimbing wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit garam. Tempelkan pada kulit yg berjerawat. Lakukan 2 kali sehari. - Buah belimbing wuluh secukup dicuci lalu ditumbuk halus diremas dgn air garam seperlu utk menggosok muka yg berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
- 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang digiling halus lalu diremas dgn 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai utk menggosok dan melumas muka yg berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari
Cukup mengagumkan bukan?? dibalik rasanya yang kurang enak kernyata belimbing wuluh memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
KU RINDUKAN HUJAN
-->
KU
RINDUKAN HUJAN
Oleh
:Lisnovita
Malam semakin larut
Udara terasa dingin
Bintang tak terlihat dilangit
Namun suaramu tak terdengar juga ditelingaku
Siang
datang, Angin terasa kencang
Menerbangkan
debu-debu dijalan
Membuat
mata menjadi sakit
Dan dada
terasa sesak
Hari demi
hari ku nantikan
Kedatanganmu
diluar rumah
Hingga
aku lelah menunggu
Namun kau
tak datang juga
Tuhan, kirimkanlah dia
Sebagai anugrah yang kau beri
Karena aku sangat merindukannya
Merindukan percikan suaranya yang begitu indah
Subscribe to:
Posts (Atom)




