Widget By: [danu dwi gita]
Showing posts with label kumpulan feature dan cerpen. Show all posts
Showing posts with label kumpulan feature dan cerpen. Show all posts

Monday, October 28, 2013

MOTIFASIKU HILANG

MOTIFASIKU HILANG
Cinta itu membuat hidup seseorang merasa lebih tinggi dari pada angkasa, menjadi lebih bersinar dari pada terangnya matahari di siang hari dan bulan di malam hari. Terkadang, manusia itu butuh lebih dari pada satu sosok motifasi, yang akhirnya membuat manusia lupa akan daratan. Seperti bintang yang bertaburan di langit dan pelangi yang penuh warna berbeda namun tetap indah.
Namun, angkasa akan runtuh ketika Tuhan berkehendak, matahari akan tenggelam ketika malam datang, bulan akan pergi ketika siang tiba, bintang akan hilang ketika mendung menerpa dan pelangi akan lenyap ketika hujan reda.
Sama seperti kehidupan yang penuh dengan ambisi multi cinta . . .
Ketika seseorang telah jenuh terpaku pada satu cinta, dia akan memilih satu diantara dua pilihan. Mencari cinta yang lain atau menunggu sampai seseorang datang untuk memberi warna baru di hidupnya, berharap cinta itu akan lebih bermakna.
Cinta berlapis diantara cinta yang suci . . .
Berawal dari kesalahan , , membuat seseorang tetap terlena pada kebahagiaan semu, bayangan tanpa pasti dan rayuan tanpa henti.
Ketika dia telah benar-benar menaruh cinta itu dalam hati, barulah dia sadar bahwa warna cinta itu perlahan memudar oleh setetes bayclean kesalahan yang dia buat terhadap cinta yang baru.
Berawal dari kekecewaan, membuat semuanya berakhir menjadi kain putih yang usang penuh noda dan seperti gedung kosong tak berpenghuni.
Keserakahan membuat seseorang tak memiliki cinta sejati yang dia idamkan, hanya berakhir dengan hati yang hampa tanpa terisi satu cintapun.
Seperti dunia yang fana dan kehidupan yang tak abadi . . . . . .


By Lisnovita Rosti Rahayu

Tuesday, October 2, 2012

MATAHARIKU PADAM

Sore itu aku duduk terrmenung di bangku sekolah sambil menatap lapangan kosong dibaliknya. Suasana yang hening membuat semakin dalam lamunanku Tiba-tiba aku dikejutkan oleh segerombolan anak yang berlarian menuju tong sampah. Mereka berebut botol-botol bekas sambil mengejek satu sama lain. Aku terbangun dan menyapa " apa yang sedang kalian lakukan?" Dengan spontan mereka menjawab "cari uang kak". aku tersiam dan bingung. hatiku tersentak. spontan air mataku menetes melihat kenyataan yang ada.

Rasa /penasaranku semakin dalam, aku ingin lebih tahu lagi tentang kehidupan mereka. kucoba dekati salah satu dari mereka. Salah satu dari mereka ku dekati,dia yang duduk di teras depan kelasku.  Doni namanya, dia anak yang tampan dan gemuk. dia berusia 9 tahun, sekolah di kelas 3 sekolah dasar.

"Apa adik melakukan pekerjaaj ini setiap hari?" tanyaku. dia  rutin mencari barang bekas untuk menafkahi dirinya dan keluarganya. Bila dia tidak mencari uang dia akan dimarahi bahkan dipukul ayahnya. itulah jawaban yang keluar dari mulut anak manis itu. Badanya kotor dan bajunya kusutsungguh pemandangan yang menyedihkan. seharusnya  anak-anak seusia mereka duduk manis sepulang sekolah atau bermain riang bersama teman sebayanya.

 aku merasa heran terhadap orang tua, terutama ayahnya. masa kanak-kankanya hilang karena keegoisan seorang ayah yang tak menghiraukan kegahagiaan anaknya.ingin rasanya aku membantunya lepas dari bebanyang tak seharusnya dia tanggung. Namun apa dayaku,aku hanya seorang siswa SMAyang tak bisa berbuat apa-apa. aku hanya bisa menyadari betapa kejamnyapersaingan dunia yang tak memandang usia.

Terus kutatap wajahnya. Sorot matanya bagai matahari yang kehilangan cahaya. tak ada sinar yang dipancarkannya.redup padam dipenuhi beban.

Pertanyaan demi pertanyaan aku luapkan hingga aku lupa waktu. tanpa sadar waktu sudah terlampau senja. Dia harus pulang untuk menyetor hasil kerjanya pada pengepul. Begitu pula aku. pasti orang tuaku sudah khawatir dengan keterlambatanku.